Penelitian yang dilakukan oleh Suci Nur Rahmawati (mahasiswa S1 Manajemen FEB UM) dan Lulu Nurul Istanti, S.E., M.M., Ak., bertujuan untuk mengungkap hubungan antara keputusan investasi, tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), profitabilitas, dan nilai perusahaan pada perusahaan manufaktur sektor industri barang dan konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam rentang waktu 2017-2020. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode kuantitatif dengan mengambil sampel 29 perusahaan dari populasi 54 perusahaan melalui metode purposive sampling.

Penelitian ini menggunakan Partial Least Square (PLS) sebagai alat analisis data utama, didukung oleh perangkat lunak SmartPLS 3.0. Analisis statistik deskriptif juga digunakan untuk memberikan gambaran umum tentang variabel yang diteliti.

Hasil penelitian menunjukkan beberapa temuan menarik yang patut dicermati.

1. CSR Tidak Signifikan Berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan: Penelitian menunjukkan bahwa CSR tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Hal ini disebabkan oleh rendahnya pengungkapan CSR yang tidak sesuai dengan standar Global Reporting Initiative (GRI). Perusahaan perlu meningkatkan transparansi dalam melaporkan kegiatan CSR agar dampaknya dapat lebih terlihat pada nilai perusahaan.
2. Keputusan Investasi Tidak Signifikan Berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan: Pandemi COVID-19 diidentifikasi sebagai faktor utama yang menyebabkan ketidaksignifikan hubungan ini. Situasi krisis seperti pandemi dapat mengubah dinamika keputusan investasi, dan perusahaan perlu mengadaptasi strategi investasi mereka selaras dengan kondisi pasar yang tidak pasti.
3. Profitabilitas Tidak Mampu Memoderasi Hubungan Keputusan Investasi dan CSR pada Nilai Perusahaan: Meskipun profitabilitas umumnya dianggap sebagai faktor moderasi yang dapat memperkuat atau melemahkan hubungan antara variabel, dalam konteks ini, profitabilitas tidak berhasil memoderasi hubungan antara keputusan investasi dan CSR dengan nilai perusahaan. Pandemi COVID-19 menjadi faktor penentu yang menyebabkan hasil ini, menunjukkan bahwa situasi ekonomi global dapat memengaruhi dinamika variabel-variabel ini.

Temuan dari penelitian ini memiliki implikasi praktis yang dapat membantu perusahaan manufaktur sektor industri barang dan konsumsi dalam mengoptimalkan nilai mereka. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan: 1) Perusahaan perlu meningkatkan pengungkapan CSR mereka sesuai dengan standar GRI untuk memperkuat dampaknya terhadap nilai Perusahaan; 2) Fleksibilitas dalam Keputusan Investasi, dalam menghadapi situasi krisis seperti pandemi, perusahaan perlu memiliki kebijakan investasi yang lebih fleksibel dan responsif terhadap perubahan kondisi pasar; dan 3) Analisis Risiko Pandemi dalam Pengambilan Keputusan, perusahaan harus memasukkan analisis risiko pandemi dalam proses pengambilan keputusan investasi dan strategi CSR untuk meningkatkan ketahanan perusahaan dalam menghadapi ketidakpastian.

Penelitian ini memberikan pandangan yang berharga dalam konteks dinamika perusahaan manufaktur sektor industri barang dan konsumsi di tengah tantangan global seperti pandemi. Dengan merespons temuan ini, perusahaan dapat meningkatkan strategi mereka untuk mencapai dan menjaga nilai perusahaan yang optimal.

 

GAMBARNYA:

Open chat
Butuh bantuan??
Hallo ada yang bisa kami bantu?